Pada awalnya saya
khawatir menyimpan tabungan dalam bentuk uang atau emas akan menciptakan
perasaan cinta berlebihan terhadap harta. “Dan sesungguhnya cintanya
kepada harta benar-benar berlebihan”.(QS:Al Adiyat: 8)
Namun apabila tujuan kita menabung dinar kelak untuk dipindahkan ke sektor
riil, misalkan membayar sekolah, pergi haji, membayar kesehatan, dlsb,
InsyaAllah kita tidak akan menyesal. Kita pun wajib mengeluarkan zakat apabila
jumlah dinar mencapai 20 atau 85 gr/tahun.
Dengan niat
menggapai keberkahan, saya pun ingin menjalankan tuntunan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda “Akan datang suatu masa dimana tidak ada lagi
yang bisa dibelanjakan (karena kehilangan nilai) kecuali dinar dan dirham”.(HR.AHMAD)
Pelajaran yang saya
dapatkan adalah menurunnya nilai uang kertas/ inflasi adalah suatu keniscayaan.
Sebagai bukti: awal saya membeli dinar pada desember 2010, harga 1 dinar 1.700.000
(dengan pembulatan angka) kemudian saya
cairkan 1 dinar pada maret 2012, menjadi seharga 2.100.000 (dengan pembulatan
angka). Ini artinya value rupiah mengalami penurunan terhadap emas, sedangkan 1
dinar adalah tetap 1 dinar. Merupakan
testimoni dari pengalaman saya yang pernah menjual kembali pada agen, pada waktu itu progress liquiditasi hanya beberapa menit langsung diresponse dan
ditransfer ke rekening.