Grafik Harga Dinar Hari Ini
grafik harian
Harga Dinar, Dirham, Emas

Thursday, October 11, 2012

Suatu Ketika Tentang Padang Rumput, Air dan Api

Suatu ketika, Khalifah Harun Al Rasyid duduk gelisah. Untuk meringankan beban pikirannya, Ia mengundang Ulama terkenal pada masanya, Abu As Sammak. "Nasihatilah aku" pinta Khalifah Harun Al Rasyid.

Pada saat yang sama, pelayan membawa segelas air untuk Khalifah. Sebelum minum, Abu As Sammak menahan gelas tersebut, "Tunggu sebentar, seandainya dalam keadaan sangat haus, sedangkan segelas air ini tidak kau peroleh,berapakah harga yang kau siap bayar? "Jawablah dengan jujur!"

"setengah dari kekayaanku" jawab Khalifah.

"Kalau demikian, sadarilah bahwa seluruh kekayaan dan kekuasaan yang ada disisimu, nilainya hanya segelas air, tidak wajar jika diperebutkan dan dipertahankan tanpa hak. Ketahuilah, betapa banyak nikmat Allah selain segelas air itu yang telah engkau nikmati sehingga tidak wajar jika engkau tidak mensyukuri." nasihat Abu As Sammak kepada Harun Al Rasyid.

Dari dialog singkat itu, bisa kita ambil pelajaran adalah sebagai berikut:
  1. Kekuasaan tetap membutuhkan nasihat/ agama. 
  2. Kekuasaan di dalam kehidupan tidak layak diperlakukan tanpa keadilan dan kebijaksanaan sebab nilai kehidupan termasuk kekuasaan = segelas air.
  3. Nilai segelas air sangat berharga. Keberadaannya penting guna mendatangkan kebaikan bagi manusia dan alam semesta. (QS. Al Waaqiah [56]: 68-70)
Namun yang kita hadapi dalam era ini adalah suatu grup besar menguasai lahan dan SDA lalu dieksploitasi untuk diambil laba secara pribadi atau grup itu sendiri. Kita, rakyat hanya tergantung pada produk dan jasa 'lingkaran tangan besar' mereka. 

Berdasar dari tuntunan Suri Teladan kita, "Orang-orang muslim bersyirkah dalam 3 hal: padang rumput, air dan api." (HR. Abu Daud,3745).

Maka dengan tuntunannya, kita layaknya berupaya mengelola padang rumput/ lahan, air dan api/ bahan bakar sebagai sikap proaktif terhadap masalah kebutuhan pokok kita maka kita yang tangani sendiri bukan 'si tangan besar'. 

Solusi KKP (Kepemilikan Kebun Produktif) merupakan salah satu upaya guna alternatif memenuhi kebutuhan pangan, energi dan air.

Dengan memiliki lahan untuk diolah menjadi kebun, misalkan kebun ketela maka manfaat panennya adalah sebagai berikut:
  • Tepung Umbi sebagai pengganti tepung terigu/gandum import. 
  • Bio Ethanol, energi/bahan bakar yang diperoleh dari proses fermentasi dan destilasi limbah ketela dengan rendemen hasil lebih tinggi dari minyak tanah.
  • Memberikan pengaruh kepada fungsi hidrologi/tata air.
  • Suatu Investasi riil.

Ide dari KKP tersebut merupakan hasil bedah dari grand design Yang Maha Sempurna. Mentadaburi Alqur'an dan As sunnah, semoga selalu ada dalam fikiran dan gerak kita. InsyaAllah.



Sources:
  • Republika.co.id,  Harga Segelas Air, 23 august 2012.
  • Gerai Dinar.com, I'tikaf Membumikan Ayat,  8 august, 2012. 







Friday, September 7, 2012

Who's The Winner?

Hari ini pada pukul 10.29 tiba-tiba hand phone saya berbunyi, ada sms. Sms berisi informasi dari sahabat mengenai berita Islam dari Ar Rahmah.com, Judulnya 'Gunakanlah emas sekarang atau Amerika akan menggunakannya esok hari'. 

Astaghfirullah, saya masih teringat bahwa Amerika lebih dahulu mematenkan setelah membuktikan bahwa Habbatussaudah/ jinten hitam merupakan obat yang mujarab menyembuhkan dibanding antibiotik (obat modern mereka).

Dan kini sejumlah kalangan di Negeri Paman Sam begitu gencar mengusulkan penggunaan koin emas dan perak sebagai alat transaksi. Sejumlah Wakil Rakyat Negara Utah menjadi pelopor, menyusun rancangan undang-undang terkait hal tersebut. RUU itu telah lolos hingga ke tingkat Kongres melalui pemungutan suara. Jika RUU itu nanti disahkan maka koin emas dan koin perak akan menjadi alat tukar alternatif bagi rakyat Utah selain uang kertas dolar. Astaghfirullah.

Kunjungan Hilary Clinton baru-baru ini pun merupakan upaya invasi AS terhadap tambang emas di Papua. Terlebih lagi pemerintahan Barack Obama yang tidak mampu meningkatkan perekenomian Amerika dengan mewarisi hutang sebesar US$16 triliun; jumlah yang dua kali lebih banyak daripada saat Bush masih menjabat menandakan bahwa kapitalisme telah gagal.

Ilustrasinya; dalam suatu racing maka siapa yang lebih cepat bergerak untuk agama Islam? Apakah Amerika yang lebih cepat ataukah kita, hamba Allah yang bergerak lebih cepat menolong agama Allah?

Kalaupun Amerika dan Zionisme Israel lebih cepat running on the road, maka tentu didalamnya hanya melibatkan uang, monopoli kekuasaan dan kecurangan. Keuntungan dan cara pandang mereka sangat jauh dari kemaslahatan. Sangat jauh dari ajaran Alqur'an dan Hadits. Sangat jauh dari Ridho Allah Subhanahu wa Ta'Ala.



Sources: 
  • Gerai Dinar.com, Thibunnabawi, 2012.
  • Ar Rahmah.com. Gunakanlah emas sekarang atau Amerika akan menggunakannya esok. Jum'at, 7 September 2012

Monday, August 27, 2012

Back To Fitr

Masih ingat dengan nasyid "..dunia memperdaya kita. Membenam fitrah manusia. Dan kita adalah khalifah. Kelak akan ada perhitungan Yang Kuasa"?

Adapun mungkin termasuk saya, Alhamdulillah..saya diingatkan kembali oleh Pak Ustadz di suatu acara halal bi halal,  dengan tausiyah dan muhasabah mengenai kebiasaan kita yang lebih sering dipusingkan dalam urusan finansial. Lebih banyak cemberutnya daripada senyum ikhlasnya. Dan lebih banyak menghitung-hitung.

Dengan merenungkan hikmah back to fitr maka selaiknya fitrah manusia adalah sebagai khalifah, maka seharusnya dunia hanya ada di genggaman bukan di dalam hati. 
Termasuk golongan manakah kita bila saatnya kita harus mengeluarkan harta kita untuk suatu keperluan riil, lalu kita tahan dengan alasan 'sayang'?

Begitupun dengan Dinar Emas dan Dirham perak yang kami sebarluaskan. Tujuan utamanya tentu untuk memproteksi nilai aset kita dengan cara yang lebih disukai Allah dan KekasihNya (Baginda Nabi Muhammad SAW). Kita menabung sesuai syar'i dan Islam juga tidak mengajarkan kita menimbun harta dan menahan-nahan bila saat yang penting datang misalkan zakat, infaq, ataupun melepas Dinar untuk membayar biaya sekolah, biaya kesehatan dan keperluan lainnya. 

Semoga kita bukan termasuk golongan yang berkata 'sayang' apabila harus mengeluarkan zakat, infaq dan lain sebagainya.

Semoga kita termasuk golongan yang dimudahkan dalam menggapai rezeki halal, suci, untuk kemudian ikhlas membelanjakan harta kita di jalan Allah SWT. 

"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS: Al Bayyinah [98]; ayat 8)



Sunday, August 19, 2012

Happy Idul Fitri 1433 H

Taqobbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum.

Taqobbal ya karim.





We are sorry to free of transactions until August 26, 2012.






Sunday, August 12, 2012

Differensiasi Koin Dinar, Logam Mulia dan Emas Perhiasan.


check before buy adalah kegiatan yang biasanya kita lakukan, termasuk dalam membeli koin Dinar atau perhiasan. Dan ini juga termasuk pertanyaan dari teman saya kemarin. Pertanyaannya adalah apa perbedaan dari koin Dinar, Logam Mulia dan Emas perhiasan?
Dari segi persamaannya tentu karena bahan bakunya sama sama terbuat dari emas. Lalu apa sebab yang membuat kita menentukan pilihan terhadap Dinar, LM atau perhiasan.

Dinar:
  1. Persentase kadar emasnya adalah 91.7 % dan berat 4.25 gram sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
  2. Memiliki sifat unit account, mudah diliquidasi, dijumlahkan dan dibagi.Misal kita punya 100 dinar dan ingin mencairkan 5 dinar, maka tinggal melepas 5 dinar dan tetap menyimpan 95 dinar.
  3. Memiliki nilai da'wah tinggi, karena sosialisasi dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab zakat misalnya ditentukan dari nilai Dinar dan Dirham.
  4. Transparansi sistem harga jual kembali, dikurangi 4 % dari harga pasar Emas Internasional.
  5. Dikenakan biaya kirim. 

Logam Mulia/ Emas Lantakan:
  1. Persentase kadar Emasnya adalah 99.99%.
  2. Tidak dikenakan biaya cetak untuk pembelian 1 kilogram. Semakin besar unit yang kita beli semakin murah harga pergramnya. 
  3. Harga perunit tinggi untuk pembelian 1-5gram karena dikenakan biaya cetak. 
  4. Tidak Fleksibel dalam liquidasi. Karena kendala ukuran, tidak mudah dipecah dalam unitnya. Bila kita hanya butuh 10 gram untuk suatu keperluan, maka bila kita punya 100 gram, yang 100gram/unit itu harus dijual dahulu kemudian membeli lagi 90gram/unit.

Emas Perhiasan:
  1. Persentase kadar emasnya; mulai dari 70%, 75% hingga 99%.
  2. Selain untuk investasi, bisa juga digunakan sebagai perhiasan.
  3. Biaya produksi tinggi atau biasa disebut ongkos bikin. Semakin bagus dan rumit modelnya maka semakin tinggi harganya.
  4. Sistem harga jual kembali terkadang kurang transparan tergantung toko emasnya.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa bijak dalam menentukan pilihan investasi mana yang tepat untuk kita. Wallahu A’lam.

Source: Muhaimin Iqbal, Saturday November 22, 2008.

Tuesday, July 17, 2012

Sebatang Coklat, Cukupkah?


Untuk mengobati hati yang sedang galau, sebatang coklat cukupkah? bagi saya kurang cukup. Saya masih memerlukan 1/4kg telur, 120gr terigu, sebatang coklat saya lelehkan bersama mentega, kemudian dimix dengan bahan lainnya dan diproses hingga menjadi cake

Sebagai anti galau, saya membuat karya. Suksesnya berkarya, bukan berarti sukses sendirian. Saya tidak akan bisa membuat cake bila tidak ada orang yang bersedia menjualkan bahan seperti tepung terigu, telur , mentega, coklat..dst ataupun alat mixernya kepada saya.

Sama halnya dengan membuat cake, yang tentu tidak mungkin sukses karena upaya seorang diri, ayo kita ramai-ramai gunakan Dinar dan Dirham Islam, ramai-ramai menghidupkan kembali sistem keuangan Islam, mengikuti sunnah Rasullulah.

Dinar yang digunakan Rasulullah SAW pada waktu itu adalah Dinar yang diperkenalkan oleh Julius Caesar, Romawi  (610) Rasulullah menggunakan Dinar dan Dirham yang kemudian dijadikan sebagai taqrir/ketetapan syariat Islam. Yang merupakan bagian dari ajaran Islam.

“Akan datang suatu masa dimana tidak ada lagi yang bisa dibelanjakan (karena kehilangan nilai) kecuali Dinar dan Dirham” (HR.Ahmad)

Dinar dan Dirham dalam fiqih Islam termasuk alat tukar yang hakiki, Thaman Halqi. Dinar memiliki kadar emas 91,7%, dan berat 4,25gr/koin sesuai tuntunan Rasulullah SAW.  Dirham pertama dicetak oleh Khalifah Umar bin Khattab pada 642 Masehi. Penggunaan Dinar dan Dirham Islam mulai menyeluruh sejak penyatuan wilayah Kekhalifahan Utsmaniyah ketiga benua, Eropa (bagian selatan, timur), Afrika dan Asia hingga abad ke 20. Setelah Abad ke20, barulah fulus atau uang kertas negara dicetak. Sayangnya uang kertas yang kita gunakan sekarang nilai intrinsiknya tidak mengacu kepada emas.

Di masa kini, ketika negara yang mata uangnya diandalkan untuk reserve currency  ternyata malah berbuat sewenang-wenang terhadap uangnya, negara-negara lain di dunia terkena getahnya. US$ Amerika mengalami meltdown disebabkan mitra dagangnya China, Japan, Korea,Thailand dan Swiss yang sama-sama ingin menekan mata uang Dollar. Maka perang mata uang ini  membuat dunia mewacanakan untuk mencetak uang global dan tidak lagi mengandalkan mata uang dari masing-masing negara.

Beruntungnya kita muslim memiliki Dinar dan Dirham  Islam, Uang Universal Sepanjang Zaman, terbukti anti inflasi sehingga bisa digunakan sebagai Wealth Preserving Assets.

Koin Dinar dan Dirham yang kami perjualbelikan layak disebut Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang karena sesuai dengan spesifikasi koin Dinar dan Dirham yang ditemukan dalam musium yaitu yang diterbitkan pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan. (Pada saat itu Khalifah Abdul Malik bin Marwan melakukan reformasi financial bahwa wilayah penyatuan Islam harus menggunakan Dinar dan Dirham Islam).


Dinar Dirham yang diperjualbelikan oleh kami diproduksi oleh Aneka Tambang Tbk dan PERURI, dan sudah disertifikasi Komite Asosiasi Nasional dan Internasional oleh London Bullion Market Association.

Memahami Dinar Dirham, fakta dan sejarahnya membuat kita bangga kepada Islam karena Islam selalu menuntun kita agar selamat di kehidupan dunia dan akhirat. Wallahu A’lam bis showab.

Sources:

  •   Tulisan Muhaimin Iqbal,  Mengenal Dinar dan Dirham Islam, Saturday november 22, 2008.
  •   Tulisan Muhaimin Iqbal, Pasca Currency War, Tuesday october 12, 2010.


Thursday, June 28, 2012

UNTUK KEMAJUAN ISLAM

Suatu sore, ketika saya berkeliling di sekitar kompleks sambil menemani anak saya dengan sepedanya saya juga berbincang dengan seorang ibu. Hingga saya dihadapkan dengan pertanyaannya apa keuntungan dari menggunakan Dinar? 

Dengan menggunakan Dinar, kita berniat untuk menghidupkan kembali sistem keuangan Islam. Merujuk pada sumber ajaran syariat Islam dalam membeli, menjual sesuatu, mencari rezeki, ataupun ketika membelanjakan harta dan solusi lainnya untuk memecahkan permasalahan hidup setiap muslim harus mengikuti hukum Allah dan rasul-Nya sebagai bukti ketaatan terhadap firman Allah: "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, Dan siapa yang mendurhakai Allah dan rasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al Ahzab [33]:36).

Yang membedakan sistem keuangan Islam dan sistem kapitalisme adalah sifatnya. Sifat sistem keuangan Islam adalah untuk saling memudahkan, tidak merugikan pihak lain, tidak spekulatif. Sedangkan sifat sistem kapitalisme memiskinkan ditambah dengan margin administrasinya yang mencekik. 

Jika sumber fondasi dalam bermuamalah dengan sesama individu keluarga sendiri, lingkungan sekitar, bermasyarakat sesuai syariat Islam, maka kita akan mendapatkan masyarakat muslim yang kita dambakan. Sehingga rasa ukhuwah islamiyah akan terwujud di tengah tengah masyarakat kita. 




Sumber: Buku Adil Fathi Abdullah, Membentuk Keluarga Idaman.

Monday, June 18, 2012

Dimulai dari secangkir kopi, mari kita kalahkan inflasi!

Dimulai dari secangkir kopi panas di meja. Karena terlalu panas maka saya menunggunya hingga hangat sambil membaca buku Muhaimin Iqbal, Ayo Berdagang. Di buku beliau diterangkan bahwa inflasi itu seperti ember bocor untuk mengangkut air. Seberapa keras kita bekerja, hasilnya tidak akan optimal karena tabungan kita terus tergerus oleh inflasi. Betapapun banyaknya Anda simpan dalam deposito, hasil bersih setelah pajak menjadi kisaran 5% pertahun, bila bentuknya tabungan biasa hasil bersihnya kisaran 3% pertahun. Sedangkan inflasi rata-rata 8% pertahun. Apalagi bila disimpan dalam bentuk US$, hasil bersihnya hanya kisaran 0,30% pertahun sementara tingkat inflasi US$ adalah kisaran 4% pertahun. Maka dimanapun uang kertas anda disimpan, masih akan tergerus oleh inflasi. Seperti tetap membawa air dalam ember bocor.


Dimulai dari secangkir kopi, mari kita kalahkan inflasi. Inflasi yang memiskinkan secara jabariyah (dari kata jabaro yang artinya memaksa) karena sistem kapitalisme. Sistem keuangannya yang membuat sebagian besar masyarakat pekerja menabung dalam berbagai bentuk tabungan, deposito, asuransi, dana pensiun dlsb memberikan ilusi nilai yang seolah uang kita tersimpan untuk berbagai kebutuhan yang akan datang, tetapi ternyata inflasi lebih cepat menggerogoti nilai aset.  Dan tentu sistem ribawi didalamnya telah berlawanan dengan aqidah Islam seperti dalam surah Al 'Imron ayat 130.


Sambil minum kopi bersama teman-teman, mari kita 'tambal ember bocor', kalahkan inflasi dengan menggunakan Dinar. Fungsi Dinar adalah untuk memproteksi aset kelak kita akan perlukan untuk membayar biaya pendidikan anak, ongkos pergi haji, biaya kesehatan, masa pensiun dan sektor riil lainnya. Kelak akan lebih memiliki manfaat yang lebih luas dan barokah bila Dinar disimpan secukupnya (sekedar untuk mengalahkan inflasi) dan sebagian lainnya diputar/ dikelola untuk berdagang as Wealth Producing Assets.





Saturday, June 16, 2012

WEALTH PRESERVING ASSETS

Dalam dinamika kemakmuran, aset-aset dikategorikan menjadi tiga jenis:
  1. Wealth Reducing Assets
  2. Wealth Preserving Assets
  3. Wealth Producing Assets
Wealth Reducing Assets, aset yang mengurangi kemakmuran. Sebagai contoh: Anda mempunyai uang kertas 10,000 rupiah untuk digunakan membeli beras 1kg yang cukup untuk dikonsumsi sekeluarga 2 hari. Bila uang tersebut tidak dibelikan beras sekarang, hanya disimpan dengan jumlah yang sama, maka 4 tahun lagi uang yang sama tersebut hanya cukup membeli 0,5 kg beras. Bila didepositokan dengan hasil rata-rata 7% rupiah dan 2,5% untuk Dollar, dalam lima tahun lagi pertumbuhan nilainya kalah dengan inflasi bahan pangan.


Aset jenis kedua, Wealth Preserving Assets adalah aset yang mampu menjaga tingkat kemakmuran yang sama bila aset tersebut anda pegang atau simpan. Contoh: rumah, emas atau Dinar. Secara liquidity, emas atau Dinar yang paling mudah untuk dicairkan menjadi dana, kapan saja kita butuhkan, tanpa syarat. Tidak seperti asuransi; pencairannya bersyarat, dan harus menunggu usia tertentu. Itupun kalau tidak mengalami colapse account, dana yang tersimpan hangus untuk cost ekuisisi, administrasi dan  alasan lainnya.


Aset yang layak disebut primadona adalah Wealth Producing Assets, aset yang mampu memproduksi kemakmuran. Yaitu berdagang. Berdagang dengan sesuai syariah, seperti tidak menipu, tidak mengurangi timbangan, tidak menyembunyikan cacat barang, tidak mengandung perjudian (maisir), tidak spekulatif (gharar)..dst insyaAllah menghadirkan untung, barokah juga teriring dan kita sedang membuka 9 pintu dari 10 pintu rezeki. Aamiin.







Sumber:  Buku Muhaimin Iqbal, Ayo Berdagang!





Tuesday, June 5, 2012

DINAR DIRHAM; UANG UNIVERSAL SEPANJANG ZAMAN

Mengenal Dinar dan Dirham Islam. Apa bedanya dengan Dinar Iraq? Dinar Iraq dan sejenisnya tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat dengan berat 4,25 gram.


Uang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000-2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar, uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.


Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam sampai berakhirnya Kekhalifahan Utsmaniah Turki tahun 1924, baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat.


Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW.


"Timbangan adalah timbangan penduduk Mekkah dan takaran adalah takaran penduduk Madinah"(HR Abu Dawud)


Pada zaman Khalifah Umar ibnul Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan. Standar hubungan berat antara uang uang emas dan perak dibakukan, yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.


Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya. Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di museum setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka diketahui bahwa timbangan berat uang Dinar Islam yang diterbitkan Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4,25 gram sama dengan mata uang Byzantium yang disebut Solodos dan mata uang Yunani, Drachma.


Atas dasar rumusan hubungan berat Dinar dan Dirham maka dapat dihitung pula berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4,25 gram = 2,975 gram.


Sampai pertengahan abad ke 13, baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam, sejarah menunjukkan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh.


Pada akhir abad ke 13 Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya Kekhalifahan Utsmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukan konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasaan Kekhalifahan Utsmaniyah.


Pada zaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan (75-76M) Beliau melakukan reformasi finansial dimana hanya Dinar dan Dirham Islam yang dipakai di Kekhalifahan.


Sampai abad ke 19 koin-koin emas yang ada di dunia hanya berkadar antara 0,900-0,9166 % atau yang paling mendekati adalah 22 karat (22 karat= 22/24=0,917 %). 


Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan meliputi tiga benua, Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara, dan Sebagian Asia. 


Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai awal kenabian Rasulullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.


Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi/ thaman halqi). 


Di Indonesia di masa ini. Dinar dan Dirham diproduksi oleh PT. Aneka Tambang Tbk dan PERURI (Percetakan Uang Republik Indonesia) yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan berat dan kadar sesuai dengan standar Dinar dan Dirham di masa awal Islam. Standar kadar dan berat inipun tidak hanya disertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) tetapi juga disertifikasi oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional, London Bullion Market Association (LBMA). 




Sumber: Buku Muhaimin Iqbal, Dinarnomics.

Wednesday, May 30, 2012

Alasan Fundamental Memilih Dinar










Mengapa harus memilih Dinar untuk menjalankan tiga fungsi uang sekaligus yaitu sebagai store of value (proteksi nilai), unit of account ( timbangan muamalah yang adil) dan kelak akan menjadi medium of exchange (alat tukar) yang berlaku secara universal.


Alasan pertama tentu karena Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW. Tidak hanya untuk jual beli tetapi juga untuk penetapan syariah itu sendiri. Untuk mengetahui seseorang menjadi wajib zakat atau malah sebaliknya berhak  menerima zakat.


Timbangan yang adil dikenal oleh umat secara luas sehingga aturan syariah bisa lebih mudah diterapkan.


Selain daripada itu, kita juga tahu fakta di dunia modern ini, tidak ada satupun yang bisa membuktikan dirinya bisa survive dalam seratus tahun saja. Bisa jadi nama uangnya masih ada, tetapi daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tertentu.


Di sisi lain ada uang yang daya belinya terbukti tetap lebih dari 1.400 tahun yaitu Dinar. Di zaman Rasulullah SAW 1 Dinar cukup untuk membeli kambing, saat ini pun 1 Dinar mampu membeli 1 kambing baik di Jakarta.


Tren kenaikan utang yang amat jauh melampaui kenaikan national income inilah yang akan mempercepat kebangkrutan mereka.


Apa dampak dari kebangkrutan ini? Ketika uang mereka kehilangan daya belinya maka benda apapun yang dibeli dengan uang tersebut akan menjulang   nilainya. Para ekonom menyebut hal ini sebagai hiperinflasi.


Dengan mengikuti sunnah Nabi dalam hal mata uang, insyaAllah kita akan terlindungi dari korban hiperinflasi dollar AS. InsyaAllah.








Source: Dinarnomics.

Wednesday, April 18, 2012

AWAL MENGENAL DINAR


Pada awalnya saya khawatir menyimpan tabungan dalam bentuk uang atau emas akan menciptakan perasaan cinta berlebihan terhadap harta. Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan”.(QS:Al Adiyat: 8) Namun apabila tujuan kita menabung dinar kelak untuk dipindahkan ke sektor riil, misalkan membayar sekolah, pergi haji, membayar kesehatan, dlsb, InsyaAllah kita tidak akan menyesal. Kita pun wajib mengeluarkan zakat apabila jumlah dinar mencapai 20 atau 85 gr/tahun.

Dengan niat menggapai keberkahan, saya pun ingin menjalankan tuntunan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda “Akan datang suatu masa dimana tidak ada lagi yang bisa dibelanjakan (karena kehilangan nilai) kecuali dinar dan dirham”.(HR.AHMAD)

Pelajaran yang saya dapatkan adalah menurunnya nilai uang kertas/ inflasi adalah suatu keniscayaan. Sebagai bukti: awal saya membeli dinar pada desember 2010, harga 1 dinar 1.700.000 (dengan pembulatan angka) kemudian saya cairkan 1 dinar pada maret 2012, menjadi seharga 2.100.000 (dengan pembulatan angka). Ini artinya value rupiah mengalami penurunan terhadap emas, sedangkan 1 dinar adalah tetap 1 dinar.  Merupakan testimoni dari pengalaman saya yang pernah menjual kembali pada agen, pada waktu itu progress liquiditasi hanya beberapa menit langsung diresponse dan ditransfer ke rekening.

Dinar dan dirham merupakan mata uang yang sebenarnya dari zaman sebelum Nabi Muhammad bahkan Zaman Romawi dan Persia yang berlaku secara universal, diterima oleh negar manapun, yang terbukti anti inflasi selama lebih dari 1400 tahun, yakni emas dan perak, yang justru diganti dengan uang kertas yang nilai intrinsiknya tidak mengacu ke emas. Emas yang kemudian pada masa Nabi Muhammad dinamai Dinar, perak dinamai Dirham dan dibakukan satuan dan kemurniannya oleh Khalifah Umar bin Khattab. Dinar dan Dirham yang saya perjualbelikan dicetak oleh Logam Mulia PT. Aneka Tambang Tbk dan PERURI disertai sertifikat yang diakui Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan London Bullion Market Association (LBMA).

Thursday, March 15, 2012

Trade in Dinar and Dirham

Using Dinar as wealth preserving assets.
 

 



Coin of Dinar made of gold 4.25gr and 22k/91.7% as The Prophet Muhammad SAW's recommendation.


Produced by PT. ANTAM. Tbk and PERURI.





How to proceed:
  1. Please refer to the real time price every 6 hours updated.
  2. Contact;
    By email to alifqishwa@hotmail.co.id or newnugraha@hotmail.com, with the item you would like to order, along with Full Name, Address and Contact Number (for delivery purposes).
  3. By phone: 081536052688 or 081519395056
  4. Orders will be confirmed after total payment to one of the account was received. 



Thanks for visiting and contribution.