Masih ingat dengan nasyid "..dunia memperdaya kita. Membenam fitrah manusia. Dan kita adalah khalifah. Kelak akan ada perhitungan Yang Kuasa"?
Adapun mungkin termasuk saya, Alhamdulillah..saya diingatkan kembali oleh Pak Ustadz di suatu acara halal bi halal, dengan tausiyah dan muhasabah mengenai kebiasaan kita yang lebih sering dipusingkan dalam urusan finansial. Lebih banyak cemberutnya daripada senyum ikhlasnya. Dan lebih banyak menghitung-hitung.
Dengan merenungkan hikmah back to fitr maka selaiknya fitrah manusia adalah sebagai khalifah, maka seharusnya dunia hanya ada di genggaman bukan di dalam hati.
Termasuk golongan manakah kita bila saatnya kita harus mengeluarkan harta kita untuk suatu keperluan riil, lalu kita tahan dengan alasan 'sayang'?
Begitupun dengan Dinar Emas dan Dirham perak yang kami sebarluaskan. Tujuan utamanya tentu untuk memproteksi nilai aset kita dengan cara yang lebih disukai Allah dan KekasihNya (Baginda Nabi Muhammad SAW). Kita menabung sesuai syar'i dan Islam juga tidak mengajarkan kita menimbun harta dan menahan-nahan bila saat yang penting datang misalkan zakat, infaq, ataupun melepas Dinar untuk membayar biaya sekolah, biaya kesehatan dan keperluan lainnya.
Semoga kita bukan termasuk golongan yang berkata 'sayang' apabila harus mengeluarkan zakat, infaq dan lain sebagainya.
Semoga kita termasuk golongan yang dimudahkan dalam menggapai rezeki halal, suci, untuk kemudian ikhlas membelanjakan harta kita di jalan Allah SWT.
"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS: Al Bayyinah [98]; ayat 8)
No comments:
Post a Comment