Grafik Harga Dinar Hari Ini
grafik harian
Harga Dinar, Dirham, Emas

Monday, June 18, 2012

Dimulai dari secangkir kopi, mari kita kalahkan inflasi!

Dimulai dari secangkir kopi panas di meja. Karena terlalu panas maka saya menunggunya hingga hangat sambil membaca buku Muhaimin Iqbal, Ayo Berdagang. Di buku beliau diterangkan bahwa inflasi itu seperti ember bocor untuk mengangkut air. Seberapa keras kita bekerja, hasilnya tidak akan optimal karena tabungan kita terus tergerus oleh inflasi. Betapapun banyaknya Anda simpan dalam deposito, hasil bersih setelah pajak menjadi kisaran 5% pertahun, bila bentuknya tabungan biasa hasil bersihnya kisaran 3% pertahun. Sedangkan inflasi rata-rata 8% pertahun. Apalagi bila disimpan dalam bentuk US$, hasil bersihnya hanya kisaran 0,30% pertahun sementara tingkat inflasi US$ adalah kisaran 4% pertahun. Maka dimanapun uang kertas anda disimpan, masih akan tergerus oleh inflasi. Seperti tetap membawa air dalam ember bocor.


Dimulai dari secangkir kopi, mari kita kalahkan inflasi. Inflasi yang memiskinkan secara jabariyah (dari kata jabaro yang artinya memaksa) karena sistem kapitalisme. Sistem keuangannya yang membuat sebagian besar masyarakat pekerja menabung dalam berbagai bentuk tabungan, deposito, asuransi, dana pensiun dlsb memberikan ilusi nilai yang seolah uang kita tersimpan untuk berbagai kebutuhan yang akan datang, tetapi ternyata inflasi lebih cepat menggerogoti nilai aset.  Dan tentu sistem ribawi didalamnya telah berlawanan dengan aqidah Islam seperti dalam surah Al 'Imron ayat 130.


Sambil minum kopi bersama teman-teman, mari kita 'tambal ember bocor', kalahkan inflasi dengan menggunakan Dinar. Fungsi Dinar adalah untuk memproteksi aset kelak kita akan perlukan untuk membayar biaya pendidikan anak, ongkos pergi haji, biaya kesehatan, masa pensiun dan sektor riil lainnya. Kelak akan lebih memiliki manfaat yang lebih luas dan barokah bila Dinar disimpan secukupnya (sekedar untuk mengalahkan inflasi) dan sebagian lainnya diputar/ dikelola untuk berdagang as Wealth Producing Assets.





No comments:

Post a Comment