Suatu sore, ketika saya
berkeliling di sekitar kompleks sambil menemani anak saya dengan sepedanya saya
juga berbincang dengan seorang ibu. Hingga saya dihadapkan dengan pertanyaannya
apa keuntungan dari menggunakan Dinar?
Dengan menggunakan Dinar, kita
berniat untuk menghidupkan kembali sistem keuangan Islam. Merujuk pada
sumber ajaran syariat Islam dalam membeli, menjual sesuatu, mencari rezeki,
ataupun ketika membelanjakan harta dan solusi lainnya untuk memecahkan
permasalahan hidup setiap muslim harus mengikuti hukum Allah dan rasul-Nya
sebagai bukti ketaatan terhadap firman Allah: "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasulNya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, Dan
siapa yang mendurhakai Allah dan rasulNya maka sungguhlah dia telah sesat,
sesat yang nyata.” (Al Ahzab [33]:36).
Yang membedakan sistem keuangan
Islam dan sistem kapitalisme adalah sifatnya. Sifat sistem keuangan Islam adalah
untuk saling memudahkan, tidak merugikan pihak lain, tidak spekulatif. Sedangkan
sifat sistem kapitalisme memiskinkan ditambah dengan margin administrasinya yang mencekik.
Jika sumber
fondasi dalam bermuamalah dengan sesama individu keluarga sendiri, lingkungan
sekitar, bermasyarakat sesuai syariat Islam, maka kita akan mendapatkan
masyarakat muslim yang kita dambakan. Sehingga rasa ukhuwah islamiyah akan
terwujud di tengah tengah masyarakat kita.
Sumber: Buku Adil Fathi Abdullah, Membentuk Keluarga Idaman.
No comments:
Post a Comment